18 May 2011

Sufisme

Aku pernah terbaca, Allahyarham Loloq dulu pernah belajar tarikat. Suka membaca. Sebab tu la lirik-lirik tulisan dia kebanyakannya high impact lirik.

Tabiat Loloq yang suka membaca tu - aku cuba nak ikut,malah dah ada 6 buku on board untuk ulasan aku. Yang pasal belajar tarikat tu - takde cikgu pulak nak ajar.

Jalaludin Rumi, M Nasir, Loloq, Robert Fisk, Mahathir, Lee Kuan Yew, Ustaz Asri - escapism aku daripada dunia kerja yang meletihkan. (patutnya aku banyakkan baca Di Piro, berlatih lagi Michaelis Menten equation, pathophysiology, clinical progress, ahh..sialan sungguh kerja yang jadi mata pencarian aku sekarang!).

Kita menari bukan sebarang tarian
Asalnya dari tanah orang-orang pilihan
Bila terdengar masnawi ciptaan maulana
Ku bunuh nafsu lebur rantainya dari badan

Hingga hilang bangga diri
Berani hidup berani mati
Bagai musafir bertemu janji
Ini Darwis sudah gila berahi

Kita tak rindu pada siasah dunia
Perangkapnya membuat manusia hampa
Untuk bertemu impian bukan percuma
Mengorbankan yang tersangat kita cinta

Bagai Yunus dimakan paus
Ibrahim tak makan api
Bertemu kekasih di malam kudus
Luka di badan tak terasa lagi
Pukullah rebana jantungku bersyairlah maulana
Aku mabuk hakiki mendengar suaramu

Sayang... pada mereka yang tak mengerti
Sayang... pada hati tertutup mati
Bagai sangkar tanpa penghuni
Burung berharga terlepas lari

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan yang dikasihi

Rindu (ya maulana)
Kembali bertemu (ya maulana)
Hatiku merindukan pemiliknya (ya maulana)
Rindu (ya maulana)
Kembali bersatu (ya maulana)
Kembali bersatu dengan kekasih

No comments: